• MTS SALAFIYAH KARANGTENGAH
  • Prestasi Yes, Akhlakul Karimah Wajib

Jangan Rusak Pakaian Taqwa di Bulan Ramadhan

Jakarta, NU Online Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 menjelaskan bahwa muara puasa yaitu meraih predikat takwa. Predikat tersebut tercapai ketika setiap umat Islam terus berupaya melakukan ibadah dan perbuatan baik yang ditenun selama Ramadhan menjadi pakaian takwa.

Menurut Ulama Ahli Tafsir Muhammad Quraish Shihab, bahan-bahan pakaian takwa selama Ramadhan terdiri dari ilmu dan iman, sabar dan syukur, takut dan harapan, usaha dan tawakal, serta perjuangan dan optimisme. "Jadi, jangan pernah merusak kembali tenunan sehelai demi sehelai, karena itu berarti kita gagal dalam menenun pakaian takwa," tutur Quraish Shihab dalam program Mutiara Hati SCTV

Pakaian takwa sebagaimana pakaian, lanjut Quraish Shihab, lahir dan berfungsi untuk melindungi pemakainya dari sengatan matahari, kondisi yang pahit dan manis agar tidak menyengatnya. "Pakaian juga berfungsi menutup keburukan aurat lahir dan batin," jelas Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an ini.

Dalam kesempatan lain, penulis kitab Tafsir Al-Misbah ini menjelaskan, bahwa puasa bertujuan meraih takwa. Sementara, takwa pada hakikatnya menghimpun segala macam kebijakan.

Sedangkan dalam konteks ibadah, puasa bertujuan mengingatkan manusia akan dua hakikat yang harus dihayati dalam kehidupan ini. "Pertama, manusia adalah makhluk dwi dimensi yang terdiri dari jasad dan ruh," kata Prof Quraish.

Untuk itu hendaknya, ibadah puasa dijadikan sebagai pengingat bahwa manusia perlu memberi perhatian pada jasmani serta wajib mengasah dan mengasuh rohani. Kedua, mengingatkan manusia bahwa hidup bukan hanya sekarang dan di dunia. Tetapi hidup berlanjut hingga ke akhirat nanti.

Dengan berpuasa, kata Prof Quraish, manusia juga diajarkan untuk melakukan introspeksi terhadap puasa yang telah dilakukan kemarin. Apabila ada kekurangan, patut disempurnakan. "Salah satu yang hendaknya diingat oleh setiap yang berpuasa, yaitu dengan sukses berpuasa, dia sebenarnya telah sukses menghindarkan paksaan kebiasaan," ujarnya.

Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Kendi Setiawan

Sumber: 

https://www.nu.or.id/post/read/120074/jangan-merusak-pakaian-takwa-yang-ditenun-selama-ramadhan


Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pendidikan dari Rumah Solusi di Tengah Covid-19

Pendidikan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Sekolah dan perguruan tinggi di seluruh tingkatan diliburkan sebagai langkah pencegahan penyebaran Corona.

17/05/2020 07:40 - Oleh Administrator - Dilihat 76 kali
Mengambil Hikmah dari Munculnya COVID-19

Mengambil Hikmah dari Munculnya COVID-19  Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan umat manusia di seluruh dunia. Banyak orang kini terpaksa harus bekerja dan belajar dari

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 87 kali
Terkabulnya Do'a di Bulan Suci

  Syahdan suatu ketika, ulama karismatik asal Watucongol Magelang, Simbah Kyai Nahrowi Dalhar Abdurrahman bin Abdurrauf bin Hasan Tuqo kedatangan tamu. Tamu tadi bercerita jika usa

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 72 kali
Dari Songkok ke Belangkon Didi Kempot

Seorang profesor Studi Lintas Agama pada Indonesian Consortium for Religious Studies Yogyakarta saat presentasi di Georgetown University Amerika tentang kehidupan beragama di Indonesia:

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 80 kali